Mari Berantas Ganja Dengan Solusi

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Rabu, 5 November 2025 - 17:46 WIB

50379 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di Gayo Lues, rumput bisa tumbuh tanpa disiram, tapi harapan petani sering layu sebelum panen. Di sini, suara cangkul lebih sering bersaing dengan berita penangkapan. Padahal yang mereka cari bukan sensasi, hanya sesuap nasi. Begitulah kisah G. Ia bukan penjahat, hanya petani yang tersesat di jalan sempit kehidupan. “Saya tidak punya sawah, setiap hari harus beli beras untuk makan,” katanya lirih, seakan bicara pada tanah yang dulu ia harap bisa memberi makan.

TAJUK RENCANA | insetgalusnews.com | Kisah G bukan sekadar catatan kriminal di papan Polres, melainkan potret getir kehidupan di tanah yang indah namun kerap terlupakan. Ia hanyalah satu dari banyak wajah petani yang kalah oleh keadaan. Di Gayo Lues, masih banyak tanah belum tersentuh alat bajak, tapi sudah tersentuh tangan hukum. Banyak petani yang ingin menanam harapan, namun pupuk dan modal justru langka. Sementara harga hasil tani sering kali lebih pahit dari jerih payahnya sendiri. Maka jangan heran bila sebagian warga memilih jalan singkat, meski berisiko panjang.

Padahal, negeri seribu bukit ini menyimpan kekayaan yang jauh lebih harum dari ganja. Ada kopi Gayo, nilam, aren, dan jahe merah. Semuanya bisa tumbuh subur jika diberi perhatian sungguh-sungguh. Yang dibutuhkan petani bukan sekadar penyuluhan di aula, tapi pendampingan di ladang. Bukan janji bantuan musiman, melainkan akses modal dan pasar yang berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kita tidak bisa memerangi ganja hanya dengan cangkul polisi dan korek api. Perang itu harus dilakukan dengan kebijakan ekonomi yang berani dan berpihak pada rakyat. Saat satu ladang ganja dimusnahkan, seharusnya satu ladang kopi ditanam. Saat satu petani ditangkap, seribu petani lain harus dibina agar tak mengulangi kesalahan yang sama.

Sudah saatnya Pemerintah Daerah turun dengan langkah konkret.
Lakukan pemetaan wilayah pertanian secara menyeluruh untuk menentukan jenis tanaman yang paling cocok di setiap kawasan, dari dataran tinggi hingga lembah. Setiap jengkal tanah memiliki potensinya sendiri. Setelah itu, fokuskan pemberdayaan petani secara berkelanjutan,-

  • Pelatihan budidaya berbasis hasil riset lokal,
  • Fasilitasi akses permodalan yang ringan dan adil,
  • Pembukaan jaringan pasar agar produk petani tak berhenti di tengkulak.

Kebijakan berbasis data dan keberpihakan pada rakyat kecil akan jauh lebih kuat daripada seribu operasi penertiban. Karena yang sedang diperangi bukan sekadar daun ganja, melainkan akar dari kemiskinan itu sendiri.

Kasus G seharusnya menjadi cermin. Hukum tanpa pemberdayaan hanya melahirkan ketakutan, bukan perubahan. Petani tidak butuh belas kasihan mereka hanya butuh kesempatan. Jika ekonomi rakyat dibuat subur, ganja tak lagi hijau menggoda.


Tajuk | insetgalusnews | ini bukan untuk menggurui siapa pun, apalagi menanam benih perdebatan. Kami hanya ingin menanam sedikit logika dan menuai senyum dari pembaca. Kalau ada yang tersindir, mungkin karena sedang dekat dengan ladangnya. Artikel ini juga tidak menjanjikan panen raya, tapi siapa tahu bisa menumbuhkan ide baru. Bacalah dengan hati yang lapang dan pikiran yang subur, sebelum hujan komentar turun di kolom bawah.

 

Berita Terkait

ANEKDOT Tiga Sekawan Dan Mukjizat Tanaman Kopi
Dia Tu Lagi Lucu Lucunya…. Jaman Dulu; Kerja-Baru Prestasi-Jaman Digital; Penghargaan Dulu-Kerja Nanti
Negeri dalam Mode “Siap, Pak!” Kalau Semua Bilang “Siap”, Siapa yang Bilang Salah?
Kopi Sudah Mau Go International, GERETEK Masih Cari Sinyal
Jembatan Darurat Pintu Rime-Pining. Menutup Kekosongan Kebijakan Pasca Bencana. Siapa Yang Berperan?
Kriminal Ramai, Akhlak Sepi
Huntara dan Tanggung Jawab Pelaksana yang Tak Boleh Samar
Ganja Dibasmi, Kemiskinan Dibiarkan? Setelah Dibakar, Lalu Mau Diapain?  

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 12:37 WIB

Lagi, Polisi Amankan Dua Pria dan Sita 1,65 Gram Sabu di Kampung Jawa

Senin, 14 September 2026 - 14:30 WIB

Sungai Tripe Meluap, Dua Akses Penghubung Kecamatan di Gayo Lues Tak Bisa Dilintasi

Minggu, 13 September 2026 - 16:38 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Pria, Sabu 1,28 Gram Disita

Rabu, 9 September 2026 - 11:10 WIB

Delapan Titik Longsor Puteri Betung Lumpuhkan Jalan Kutacane-Blangkejeren

Rabu, 9 September 2026 - 08:30 WIB

Kebakaran Dini Hari di Kutepanyang, 17 Rusak Berat, 3 Rusak Ringan

Jumat, 4 September 2026 - 20:12 WIB

Komisi I Apresiasi Polres Ungkap Peredaran Sabu. Ia Dorong Polisi Kejar Pemasok

Jumat, 4 September 2026 - 17:54 WIB

Polisi Tangkap Pria di Gele, Sabu 0,64 Gram Jadi Barang Bukti

Rabu, 2 September 2026 - 10:50 WIB

Aceh Masuk Kategori Siaga BMKG, Hujan Lebat dan Angin Kencang Mengintai

Berita Terbaru

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan