Menteri Paling Miskin, Tapi Kaya Harga Diri

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Senin, 25 Agustus 2025 - 19:11 WIB

50844 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di rumah sempit ia menyalakan lampu teplok, sementara di forum dunia ia menyalakan cahaya bangsa. KH Agus Salim mungkin tak punya tabungan di bank, tapi ia menabung harga diri di lembar sejarah

TAJUK RENCANA | Insetgalusnews.com | Bayangkan seorang menteri luar negeri yang menguasai belasan bahasa, disegani di forum internasional, bahkan ikut mengetuk pengakuan dunia bagi Republik yang baru lahir, tapi pulang ke rumah hanya menunggu pemilik kontrakan menagih uang sewa. Itulah KH Agus Salim. Sosok pejabat yang pantas jadi panutan.

Di negeri yang kadang sibuk menimbun proyek dan tunjangan, Agus Salim justru sibuk menimbun kata, gagasan, dan doa. Ia tinggal di gang sempit, mendidik anak-anaknya di ruang tamu seadanya, sambil menolak godaan untuk menjadikan kursi menteri sebagai kursi empuk penuh rupiah.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ironis? Ya. Tapi juga heroik. Karena justru dari kemiskinan itulah lahir kekayaan yang tak bisa dicuri yaitu “integritas”. Bung Karno menyebutnya guru, Hamka menyebutnya manusia bernilai sejuta. Dunia menunduk hormat pada diplomasi lidahnya, sementara ia sendiri tetap menunduk mencari remah nasi untuk keluarganya.

Hari ini, ketika sebagian pejabat mungkin sibuk “menghitung hasil sampingan”, Agus Salim memberi kita cermin, kekuasaan bukan soal berapa rupiah yang masuk ke saku, tapi berapa nilai yang kau tinggalkan untuk bangsamu.


Catatan Redaksi | Tajuk ini bukan sindiran personal, melainkan refleksi sejarah. KH Agus Salim hanyalah contoh nyata bagaimana seorang pejabat bisa miskin harta tapi kaya jiwa. Jika ada pejabat hari ini yang merasa “tersindir”, mungkin itu karena cermin sejarah sedang bekerja.

Berita Terkait

Melelang Jaya, Kampungnya Persiapan, PJ-nya Ikut Program Jangka Panjang! Alamak!!!
ANEKDOT Tiga Sekawan Dan Mukjizat Tanaman Kopi
Dia Tu Lagi Lucu Lucunya…. Jaman Dulu; Kerja-Baru Prestasi-Jaman Digital; Penghargaan Dulu-Kerja Nanti
Negeri dalam Mode “Siap, Pak!” Kalau Semua Bilang “Siap”, Siapa yang Bilang Salah?
Kopi Sudah Mau Go International, GERETEK Masih Cari Sinyal
Jembatan Darurat Pintu Rime-Pining. Menutup Kekosongan Kebijakan Pasca Bencana. Siapa Yang Berperan?
Kriminal Ramai, Akhlak Sepi
Huntara dan Tanggung Jawab Pelaksana yang Tak Boleh Samar

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 15:58 WIB

AML Nilai MBG Lebih Tepat Dikelola Melalui Dapur SPPG

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:49 WIB

Kebakaran Hanguskan 11 Rumah di Kampung Lokop Baru Gayo Lues

Senin, 24 Agustus 2026 - 23:50 WIB

Dari Gayo Lues ke Jakarta, Bupati Suhaidi Perjuangkan 7 Jembatan dan Jalan Lesten

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:45 WIB

Tegang di Dukuh Atas, 1.814 Mahasiswa Suarakan Delapan Tuntutan kepada Pemerintah

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:36 WIB

Muhammadiyah Gayo Lues Galang Dana untuk Korban Kebakaran di Jagong Jeget

Minggu, 26 Juli 2026 - 21:16 WIB

Satu Tewas dalam Bentrokan Antar Kelompok di Menteng, Delapan Orang Diamankan Polisi

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:52 WIB

Jelang Kongres II PNA, Irwandi Yusuf Nyatakan Siap Pimpin Kembali Partai

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:05 WIB

Di Balik Konten yang Menuai Kecaman, Ada Penyesalan; Dea Arranoya Memilih Meminta Maaf ke Publik

Berita Terbaru

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan