Menteri Paling Miskin, Tapi Kaya Harga Diri

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Senin, 25 Agustus 2025 - 19:11 WIB

50764 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di rumah sempit ia menyalakan lampu teplok, sementara di forum dunia ia menyalakan cahaya bangsa. KH Agus Salim mungkin tak punya tabungan di bank, tapi ia menabung harga diri di lembar sejarah

TAJUK RENCANA | Insetgalusnews.com | Bayangkan seorang menteri luar negeri yang menguasai belasan bahasa, disegani di forum internasional, bahkan ikut mengetuk pengakuan dunia bagi Republik yang baru lahir, tapi pulang ke rumah hanya menunggu pemilik kontrakan menagih uang sewa. Itulah KH Agus Salim. Sosok pejabat yang pantas jadi panutan.

Di negeri yang kadang sibuk menimbun proyek dan tunjangan, Agus Salim justru sibuk menimbun kata, gagasan, dan doa. Ia tinggal di gang sempit, mendidik anak-anaknya di ruang tamu seadanya, sambil menolak godaan untuk menjadikan kursi menteri sebagai kursi empuk penuh rupiah.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ironis? Ya. Tapi juga heroik. Karena justru dari kemiskinan itulah lahir kekayaan yang tak bisa dicuri yaitu “integritas”. Bung Karno menyebutnya guru, Hamka menyebutnya manusia bernilai sejuta. Dunia menunduk hormat pada diplomasi lidahnya, sementara ia sendiri tetap menunduk mencari remah nasi untuk keluarganya.

Hari ini, ketika sebagian pejabat mungkin sibuk “menghitung hasil sampingan”, Agus Salim memberi kita cermin, kekuasaan bukan soal berapa rupiah yang masuk ke saku, tapi berapa nilai yang kau tinggalkan untuk bangsamu.


Catatan Redaksi | Tajuk ini bukan sindiran personal, melainkan refleksi sejarah. KH Agus Salim hanyalah contoh nyata bagaimana seorang pejabat bisa miskin harta tapi kaya jiwa. Jika ada pejabat hari ini yang merasa “tersindir”, mungkin itu karena cermin sejarah sedang bekerja.

Berita Terkait

Jembatan Darurat Pintu Rime-Pining. Menutup Kekosongan Kebijakan Pasca Bencana. Siapa Yang Berperan?
Kriminal Ramai, Akhlak Sepi
Huntara dan Tanggung Jawab Pelaksana yang Tak Boleh Samar
Ganja Dibasmi, Kemiskinan Dibiarkan? Setelah Dibakar, Lalu Mau Diapain?  
Bencana Hidrometeorologi Aceh-Pengingat Bagi Kamu Aku dan Dia
Bencana Hidro! Alam Berdzikir dan Amanah Diuji
Cermin Retak Perbaikan Jalan Blangkejeren-Kutacane, Negara Diuji di Pegunungan Gayo Lues
Sodara Dari Abdya, Ia Ada Bersama Kita

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 09:36 WIB

Bupati-Wabup Tegaskan Disiplin ASN, Plt Sekda; Kepala SKPK Wajib Awasi dan Evaluasi

Kamis, 26 Maret 2026 - 18:42 WIB

Ketua HWK Apresiasi Kinerja Polres Galus, Soroti Pentingnya Perlindungan Perempuan

Senin, 23 Maret 2026 - 18:04 WIB

Polres Gayo Lues Targetkan Ungkap Kasus Pembunuhan 2×24 Jam

Selasa, 17 Maret 2026 - 19:43 WIB

Pererat Silaturahmi Pengurus, DPD II Partai Golkar Gayo Lues Gelar Buka Puasa Bersama

Rabu, 25 Februari 2026 - 12:46 WIB

Warga Temukan Jasad Membusuk di Sangir, Polisi Lakukan Penyelidikan

Selasa, 24 Februari 2026 - 15:14 WIB

Vendor Sebut Pembangunan Huntara di Pungke Jaya Di Hentikan Tanpa Penjelasan

Senin, 23 Februari 2026 - 20:01 WIB

Mantan Calon Bupati Terlibat, Polres Galus Bongkar Jaringan Ganja Yang Dikendalikan Dari LP

Minggu, 15 Februari 2026 - 21:01 WIB

Progres Pembangunan Huntara Capai 50 Persen, Sejumlah Lokasi Ditarget Rampung Sebelum Ramadhan

Berita Terbaru

Jakaria SHut Praktisi Petani Kopi yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Perumahan & Permukiman Kabupaten Gayo Lues

GAYO LUES

Jakaria S Hut; Tanaman Kopi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Warga

Kamis, 23 Apr 2026 - 21:22 WIB

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan