Pemerintah dan Vitamin Bernama Kritik

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Rabu, 10 September 2025 - 18:04 WIB

50688 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah bukanlah ruang suci tanpa cela. Justru karena dijalankan oleh manusia biasa, kritik menjadi vitamin agar kebijakan tidak salah arah dan demokrasi tetap bernapas

TAJUK RENCANA | insetgalusnews.com | Kekuasaan itu seperti tubuh manusia butuh gizi, butuh vitamin. Sayangnya, ada sebagian pejabat yang alergi pada vitamin bernama kritik. Begitu ditelan, langsung panas dingin, keluar keringat dingin, lalu buru-buru cari “dokter pembelaan”.

Padahal, tanpa kritik, pemerintah seperti cermin tanpa kaca. Yang terlihat hanya bayangan yang mereka mau, bukan wajah sebenarnya. Apa gunanya berkuasa kalau hanya mau mendengar tepuk tangan? Pemimpin tanpa kritik ibarat sopir bus malam yang hanya percaya pada lampu hazard, jalan lurus saja, meski jurang sudah menunggu di depan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kritik bukan musuh. Ia hanyalah suara rakyat yang khawatir, mahasiswa yang gelisah, jurnalis yang cerewet, atau petani yang kecewa. Semua itu adalah tanda cinta. Sebab, kalau rakyat sudah malas mengkritik, tandanya mereka sudah lelah berharap.

Pemerintah yang anti kritik sebenarnya sedang membuat dirinya rapuh. Layaknya rumah kaca di tengah badai, tinggal tunggu waktu retak. Sebaliknya, pemerintah yang mau mendengar kritik justru sedang memperkokoh pondasi.

Maka, jangan buru-buru menuding pengkritik sebagai pengganggu. Anggap saja mereka alarm jam weker yang selalu berisik tiap pagi. Memang menyebalkan, tapi kalau dimatikan, bisa-bisa kita semua kesiangan – dan negara keburu kebobolan.


Tajuk Rencana | insetgalusnews | ini tidak dimaksudkan untuk membuat pejabat masuk angin. Kritik hanyalah vitamin, bukan racun. Kalau terasa pahit, mungkin karena obatnya manjur.

Berita Terkait

ANEKDOT Tiga Sekawan Dan Mukjizat Tanaman Kopi
Dia Tu Lagi Lucu Lucunya…. Jaman Dulu; Kerja-Baru Prestasi-Jaman Digital; Penghargaan Dulu-Kerja Nanti
Negeri dalam Mode “Siap, Pak!” Kalau Semua Bilang “Siap”, Siapa yang Bilang Salah?
Kopi Sudah Mau Go International, GERETEK Masih Cari Sinyal
Jembatan Darurat Pintu Rime-Pining. Menutup Kekosongan Kebijakan Pasca Bencana. Siapa Yang Berperan?
Kriminal Ramai, Akhlak Sepi
Huntara dan Tanggung Jawab Pelaksana yang Tak Boleh Samar
Ganja Dibasmi, Kemiskinan Dibiarkan? Setelah Dibakar, Lalu Mau Diapain?  

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 12:37 WIB

Lagi, Polisi Amankan Dua Pria dan Sita 1,65 Gram Sabu di Kampung Jawa

Senin, 14 September 2026 - 14:30 WIB

Sungai Tripe Meluap, Dua Akses Penghubung Kecamatan di Gayo Lues Tak Bisa Dilintasi

Minggu, 13 September 2026 - 16:38 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Pria, Sabu 1,28 Gram Disita

Rabu, 9 September 2026 - 11:10 WIB

Delapan Titik Longsor Puteri Betung Lumpuhkan Jalan Kutacane-Blangkejeren

Rabu, 9 September 2026 - 08:30 WIB

Kebakaran Dini Hari di Kutepanyang, 17 Rusak Berat, 3 Rusak Ringan

Jumat, 4 September 2026 - 20:12 WIB

Komisi I Apresiasi Polres Ungkap Peredaran Sabu. Ia Dorong Polisi Kejar Pemasok

Jumat, 4 September 2026 - 17:54 WIB

Polisi Tangkap Pria di Gele, Sabu 0,64 Gram Jadi Barang Bukti

Rabu, 2 September 2026 - 10:50 WIB

Aceh Masuk Kategori Siaga BMKG, Hujan Lebat dan Angin Kencang Mengintai

Berita Terbaru

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan