Sekolah Swasta Minum Kopi Pahit, Sekolah Negeri Kenyang tapi Masih Mengantuk

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 13:09 WIB

50794 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dana turun seperti hujan, basah di meja birokrasi. Sekolah negeri sibuk aturan, muridnya menunggu prestasi.

Singkong rebus jadi energi, anak swasta berlari cepat. Dana miliaran bagai mimpi, tapi negeri masih terlelap.

TAJUK RENCANA | insetgalusnews.com | Prestasi SMPT Muhammadiyah Gayo Lues kembali “bingar” hingga tingkat nasional. Hebatnya, sekolah swasta ini mampu melesat dengan segala keterbatasan, ibarat pelari yang hanya sarapan singkong rebus tetapi bisa finis lebih dulu daripada pelari lain yang kenyang nasi rendang.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ironinya, sekolah negeri yang setiap tahun mendapat aliran dana dan limpahan kebijakan justru masih kerap berjalan lambat. Bahkan, ada yang masih sibuk berdebat soal seragam ketimbang fokus pada prestasi. Publik pun bertanya-tanya apakah dana itu benar-benar dipakai untuk meningkatkan mutu pendidikan, atau sekadar menjadi “obat sakit kepala” yang tak kunjung menyehatkan?

Kepala Dinas Pendidikan Gayo Lues memang berjanji, sekolah negeri akan terus didorong untuk meningkatkan kualitas siswa, baik di bidang sains maupun ekstrakurikuler. Ia menambahkan, jika memungkinkan, dana BOS dapat diarahkan ke sana.

Namun, jika belum memungkinkan, lalu dipakai untuk apa? Jangan-jangan hanya untuk mengecat pagar yang warnanya cepat pudar.

Satir ini bukan untuk mempermalukan, melainkan untuk mengingatkan. Faktanya, sekolah swasta dengan segala keterbatasan sudah membuktikan diri. Sementara sekolah negeri dengan fasilitas dan dukungan dana besar justru kerap tertinggal. Jangan sampai jargon “sekolah negeri unggulan” hanya tinggal slogan di spanduk yang sobek diterpa angin.

Insetgalusnews percaya, sudah saatnya sekolah negeri bangkit. Jika sekolah swasta yang “minum kopi pahit” bisa berprestasi, maka sekolah negeri yang kenyang dana dan kebijakan seharusnya tak terus-terusan “mengantuk.”


Redaksi | insetgalusnews | Tulisan ini bernuansa satir ringan. Dimaksudkan sebagai kritik konstruktif dan humor edukatif, bukan untuk menjatuhkan pihak manapun. Jika ada yang merasa tersindir, berarti pesan sampai.

Berita Terkait

ANEKDOT Tiga Sekawan Dan Mukjizat Tanaman Kopi
Dia Tu Lagi Lucu Lucunya…. Jaman Dulu; Kerja-Baru Prestasi-Jaman Digital; Penghargaan Dulu-Kerja Nanti
Negeri dalam Mode “Siap, Pak!” Kalau Semua Bilang “Siap”, Siapa yang Bilang Salah?
Kopi Sudah Mau Go International, GERETEK Masih Cari Sinyal
Jembatan Darurat Pintu Rime-Pining. Menutup Kekosongan Kebijakan Pasca Bencana. Siapa Yang Berperan?
Kriminal Ramai, Akhlak Sepi
Huntara dan Tanggung Jawab Pelaksana yang Tak Boleh Samar
Ganja Dibasmi, Kemiskinan Dibiarkan? Setelah Dibakar, Lalu Mau Diapain?  

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 12:37 WIB

Lagi, Polisi Amankan Dua Pria dan Sita 1,65 Gram Sabu di Kampung Jawa

Senin, 14 September 2026 - 14:30 WIB

Sungai Tripe Meluap, Dua Akses Penghubung Kecamatan di Gayo Lues Tak Bisa Dilintasi

Minggu, 13 September 2026 - 16:38 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Pria, Sabu 1,28 Gram Disita

Rabu, 9 September 2026 - 11:10 WIB

Delapan Titik Longsor Puteri Betung Lumpuhkan Jalan Kutacane-Blangkejeren

Rabu, 9 September 2026 - 08:30 WIB

Kebakaran Dini Hari di Kutepanyang, 17 Rusak Berat, 3 Rusak Ringan

Jumat, 4 September 2026 - 20:12 WIB

Komisi I Apresiasi Polres Ungkap Peredaran Sabu. Ia Dorong Polisi Kejar Pemasok

Jumat, 4 September 2026 - 17:54 WIB

Polisi Tangkap Pria di Gele, Sabu 0,64 Gram Jadi Barang Bukti

Rabu, 2 September 2026 - 10:50 WIB

Aceh Masuk Kategori Siaga BMKG, Hujan Lebat dan Angin Kencang Mengintai

Berita Terbaru

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan