Solidaritas Rimpang! Dari Bawah, Menyebar, dan Tak Mudah Dipatahkan

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Senin, 1 September 2025 - 07:59 WIB

50457 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Elite boleh berdebat di kursi empuk, tapi rakyat punya cara lain; solidaritas rimpang. Ia tidak butuh gedung megah atau panggung istana, cukup dari warung kopi, sawah, dan lorong-lorong desa, ia tumbuh, menyebar, dan menggedor dinding kekuasaan yang pongah

TAJUK RENCANA | Insetgalusnews.com | Di tengah krisis kepercayaan terhadap elite, rakyat sering dipaksa bertanya, dari mana kekuatan sejati itu tumbuh? Jawabannya mungkin sederhana, tetapi kuat; dari bawah, dari akar yang saling terhubung, dari rimpang.

Seperti batang bawah tanah yang menyimpan cadangan makanan dan memunculkan tunas baru, solidaritas rakyat bekerja dengan cara yang sama. Ia tidak bertumpu pada satu figur, tidak bergantung pada satu panggung, melainkan menyebar ke segala arah. Satu ruas ditekan, ruas lain akan bangkit. Satu suara dibungkam, seribu suara lain akan menyahut.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Solidaritas rimpang” adalah bentuk perlawanan yang tak terpusat, tetapi justru kuat karena jaringannya. Ia hidup di ruang-ruang kecil; di warung kopi, di sawah, di kampus, di jalanan desa, hingga di media sosial. Dari sanalah percakapan tumbuh, saling menguatkan, hingga melahirkan keberanian bersama.

Mungkin elite di atas beranggapan mereka bisa mengendalikan opini, bisa memotong satu saluran aspirasi. Namun sejarah telah berulang kali menunjukkan; ketika rakyat menyebar seperti rimpang, mereka tak mudah dipatahkan.

Solidaritas rimpang adalah pelajaran bahwa demokrasi sejati lahir dari bawah, dari rakyat yang berakar, menyebar, dan tak mengenal kata menyerah. Dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Itulah rimpang kekuatan kita. Kekuatan rakyat.

Pada akhirnya, solidaritas rimpang mengingatkan kita bahwa demokrasi tidak tumbuh dari kursi empuk parlemen atau meja rapat penuh kalkulasi, melainkan dari tanah rakyat yang berakar kuat. Dari obrolan sederhana, dari gotong royong yang tulus, hingga dari keberanian melawan ketidakadilan, rimpang itu terus menjalar. Inilah kekuatan sejati bangsa dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Sebuah janji yang tak boleh lagi dikhianati.


Catatan Redaksi | Ini bukan bisikan individu, bukan pula teriakan partisan. Ini suara redaksi Insetgalusnews.com, lahir dari akar dan nadi rakyat. Tajuk ini adalah metafora yang dibingkai dalam Kode Etik Jurnalistik dan dilindungi oleh UU Pers, agar demokrasi tetap punya ruang untuk bernapas. Jika ada yang merasa tersindir, mungkin karena rimpang memang menjalar ke mana-mana.

Berita Terkait

Melelang Jaya, Kampungnya Persiapan, PJ-nya Ikut Program Jangka Panjang! Alamak!!!
ANEKDOT Tiga Sekawan Dan Mukjizat Tanaman Kopi
Dia Tu Lagi Lucu Lucunya…. Jaman Dulu; Kerja-Baru Prestasi-Jaman Digital; Penghargaan Dulu-Kerja Nanti
Negeri dalam Mode “Siap, Pak!” Kalau Semua Bilang “Siap”, Siapa yang Bilang Salah?
Kopi Sudah Mau Go International, GERETEK Masih Cari Sinyal
Jembatan Darurat Pintu Rime-Pining. Menutup Kekosongan Kebijakan Pasca Bencana. Siapa Yang Berperan?
Kriminal Ramai, Akhlak Sepi
Huntara dan Tanggung Jawab Pelaksana yang Tak Boleh Samar

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 15:58 WIB

AML Nilai MBG Lebih Tepat Dikelola Melalui Dapur SPPG

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:49 WIB

Kebakaran Hanguskan 11 Rumah di Kampung Lokop Baru Gayo Lues

Senin, 24 Agustus 2026 - 23:50 WIB

Dari Gayo Lues ke Jakarta, Bupati Suhaidi Perjuangkan 7 Jembatan dan Jalan Lesten

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:45 WIB

Tegang di Dukuh Atas, 1.814 Mahasiswa Suarakan Delapan Tuntutan kepada Pemerintah

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:36 WIB

Muhammadiyah Gayo Lues Galang Dana untuk Korban Kebakaran di Jagong Jeget

Minggu, 26 Juli 2026 - 21:16 WIB

Satu Tewas dalam Bentrokan Antar Kelompok di Menteng, Delapan Orang Diamankan Polisi

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:52 WIB

Jelang Kongres II PNA, Irwandi Yusuf Nyatakan Siap Pimpin Kembali Partai

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:05 WIB

Di Balik Konten yang Menuai Kecaman, Ada Penyesalan; Dea Arranoya Memilih Meminta Maaf ke Publik

Berita Terbaru

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan