16 Tewas dalam Aksi Protes di Kenya, Mayoritas Diduga Ditembak Polisi

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Sabtu, 28 Juni 2025 - 11:24 WIB

50521 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KENYA | insetgalusnews.com | Sedikitnya 16 orang dilaporkan tewas dalam demonstrasi anti-pemerintah di Kenya, Rabu (25/6/2025), sebagian besar akibat tembakan aparat keamanan. Amnesty Kenya menyebut korban tewas telah diverifikasi hingga pukul 20.30 waktu setempat.

“Sebagian besar dibunuh oleh polisi,” kata Direktur Eksekutif Amnesty Kenya, Irungu Houghton, menambahkan bahwa lima di antaranya meninggal karena luka tembak.

Unjuk rasa digelar untuk memperingati satu tahun tragedi berdarah yang terjadi pada 2024, saat lebih dari 60 orang tewas dalam protes terhadap rancangan undang-undang pajak. Tahun ini, ribuan warga kembali turun ke jalan di berbagai kota, termasuk Nairobi, memprotes kebrutalan aparat dan kasus pelanggaran HAM.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Kenya (KNCHR) mencatat delapan korban tewas yang diduga kuat akibat luka tembak, serta lebih dari 400 orang luka-luka, termasuk jurnalis dan aparat. KNCHR menyoroti penggunaan kekuatan berlebihan seperti peluru tajam, peluru karet, dan meriam air.

Sementara pihak kepolisian Kenya bungkam, Otoritas Pengawas Independen Kepolisian (IPOA) mencatat 61 orang ditangkap. Rumah Sakit Nasional Kenyatta melaporkan menerima 107 korban luka, sebagian besar akibat tembakan, meski belum ada kematian di fasilitas tersebut.

Insiden tragis juga terjadi saat seorang petugas keamanan Kenya Power tewas tertembak di Nairobi. Ketegangan meningkat ketika siaran langsung dua stasiun TV nasional, NTV dan KTN, sempat dihentikan otoritas sebelum pengadilan membatalkan perintah tersebut.

Bentrokan juga tercatat di kota-kota seperti Mombasa, Kitengela, Kisii, Matuu, dan Nyeri. Meski Presiden William Ruto telah membatalkan kenaikan pajak yang memicu protes tahun lalu, ketidakpuasan publik belum reda.

Unjuk rasa kali ini turut dipicu kematian Albert Ojwang (31), seorang blogger dan guru, dalam tahanan polisi. Enam orang, termasuk tiga anggota kepolisian, telah didakwa, namun mengaku tidak bersalah. Kematian Ojwang dianggap sebagai simbol kemarahan atas kasus hilangnya warga secara misterius dan dugaan penyiksaan dalam tahanan.

“Sejak 25 Juni, saya turun ke jalan demi memperjuangkan keadilan untuk teman-teman kami dan semua korban,” kata demonstran Lumumba Harmony, dikutip dari Reuters.

 

Redaksi | insetgalusnews | cnbc


 

Berita Terkait

Shakira Kembali Jadi Pelantun Lagu Resmi Piala Dunia 2026
Trump Klaim Pilot Jet Tempur AS Selamat Usai Jatuh di Iran, Teheran Sebut Tembak Jatuh Sejumlah Pesawat
Puluhan Ribu Warga Iran Salat Idul Fitri di Mashhad di Tengah Ketegangan Militer
Iran Umumkan Larangan Pelayaran di Selat Hormus, Ketegangan Kawasan Timur Tengah Meningkat
Gelombang Panas Ekstrem Landa Cina, Suhu Capai Lebih dari 70 Derajat Celsius
Baku Tembak Thailand-Kamboja di Segitiga Zamrud, Ribuan Warga Mengungsi
Baku Tembak Thailand-Kamboja, Warga Surin Mengungsi di Bangker
Tiga Situs Khmer Merah Ditetapkan sebagai Warisan Dunia, Kamboja Rayakan Transformasi dari Duka ke Damai

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 22:51 WIB

Jalan Blangkejeren-Kutacane Kembali Longsor, Pengguna Jalan Diminta Waspada

Selasa, 16 Juni 2026 - 10:42 WIB

42 Santri Al Bunayya Ikuti Haflah Takrim, Karmilawati Tuntaskan Hafalan 30 Juz

Selasa, 16 Juni 2026 - 09:24 WIB

Peringati Tahun Baru Islam, Santri Bunayya Tampilkan Tari Saman Cilik dan Raih Penghargaan Prestasi

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:55 WIB

Petani Resah, Harimau Dilaporkan Berkeliaran di Pegunungan Blang Pegayon

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:29 WIB

Ridwansyah SP, Budaya “Panglo” Kearifan Lokal Menekan Biaya Tanam Kopi

Senin, 25 Mei 2026 - 12:13 WIB

Bantuan Bibit Kopi Pemerintah Picu Kebingungan Petani soal Aturan Hutan Lindung

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:01 WIB

Harimau Sumatera Serang Warga di Gayo Lues

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:11 WIB

Kunjungi Gayo Lues, Kapolda Aceh Minta Polisi Perkuat Pelayanan ke Masyarakat

Berita Terbaru

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan