Refleksi Liar Bayang Tak Bernama

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Sabtu, 12 Juli 2025 - 19:14 WIB

50842 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar hanya ilustrasi | doc | inset |

Gambar hanya ilustrasi | doc | inset |

“Ia bukan menteri, bukan pula pejabat, Namun suaranya mengguncang ruang rapat. Bertopi bisik, berkursi tak nyata, Mengubah arah, tanpa tanda tangan negara. Negeri pun berlayar di peta yang samar, Kompasnya tak lagi milik rakyat yang sadar. Di balik senyum pemimpin yang dielu-elukan, Terselip tangan yang tak terpilih dan tak dituliskan. Rakyat bertanya siapa nahkoda sesungguhnya? Bila kekuasaan tinggal soal siapa yang dekat belaka”

TAJUK RENCANA | insetgalusnews.com | Di balik tirai kekuasaan, terkadang berdiri sosok yang tak tercatat dalam struktur, tak tertulis dalam undang-undang, namun suaranya bergema lebih nyaring daripada sidang-sidang resmi. Ia bukan menteri, bukan penasehat, bukan pula pejabat tinggi. Tapi ia ada. Ia berbisik di ruang-ruang sempit kekuasaan, menggiring arah kebijakan seperti angin malam yang tak terlihat namun terasa dinginnya.

Dalam peta kenegaraan, ia tak punya garis batas. Tapi jejaknya menyentuh banyak keputusan penting. Ia disebut “pemerintah bayangan” seorang yang tak dipilih rakyat, tak disumpah jabatan, tapi duduk di sisi kekuasaan seperti cermin buram yang menatap pemimpin dalam diam.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fenomena ini bukan sekadar soal kedekatan personal. Ini tentang rusaknya garis tegas antara wewenang dan pengaruh. Ketika kesetiaan pribadi lebih didengar dari pada suara hukum, ketika bisikan seorang teman lama mengalahkan hasil musyawarah kabinet, maka yang terancam bukan sekadar kebijakan-tapi marwah pemerintahan itu sendiri.

Rakyat pun hanya bisa menonton lakon pemerintahan yang dipimpin dua tokoh: satu di mimbar, satu dalam bayang-bayang. Di panggung, pemimpin mengumbar janji. Di balik layar, ia mungkin mengikuti arahan tak resmi yang tak pernah diperdebatkan di ruang publik. Maka runtuhlah akuntabilitas, hilanglah transparansi, dan mandat rakyat pun mengambang seperti daun hanyut di sungai deras kekuasaan yang tak tahu muara.

Menemukan Terang dalam Bayang

Kita butuh keberanian untuk kembali menata batas. Negara ini dibangun di atas dasar hukum, bukan atas nama kedekatan atau bisikan. Hanya mereka yang dipilih secara sah dan diangkat menurut konstitusi yang boleh memegang kendali. Bukan sahabat lama. Bukan keluarga. Bukan penasihat tanpa mandat.

Solusinya bukan memusuhi kedekatan personal, tapi menatanya agar tak menumpuk kuasa di tangan yang tak bisa dimintai pertanggungjawaban. Perlu penguatan sistem dan kultur birokrasi yang setia hanya pada hukum dan akal sehat, bukan pada jejaring relasi yang mengaburkan profesionalisme.

Lembaga pengawas, media, dan publik mesti menjadi cahaya penuntun. Bukan untuk membakar, tapi untuk memperjelas garis batas antara yang berwenang dan yang hanya merasa berkuasa.

Negeri Tanpa Bayang

Negeri ini terlalu berharga untuk dikendalikan oleh mereka yang tak tampil di hadapan rakyat. Sebab kedaulatan tidak diwariskan melalui kedekatan, tapi dipinjam dari rakyat melalui suara yang sah. Maka mari kita rawat demokrasi ini agar tetap berjalan dalam terang, bebas dari bayang-bayang yang tak bernama, namun terlalu lama ikut menentukan arah.


TAJUK RENCANA ini merupakan pandangan redaksi yang disusun berdasarkan prinsip jurnalistik dan etika profesi. Bukan ditujukan kepada pribadi atau kelompok tertentu, namun sebagai refleksi umum atas fenomena yang bisa terjadi dalam pemerintahan manapun. Insetgalusnews.com menjunjung asas keberimbangan, terbuka terhadap hak jawab, dan menolak segala bentuk tudingan tanpa dasar.

Berita Terkait

Jembatan Darurat Pintu Rime-Pining. Menutup Kekosongan Kebijakan Pasca Bencana. Siapa Yang Berperan?
Kriminal Ramai, Akhlak Sepi
Huntara dan Tanggung Jawab Pelaksana yang Tak Boleh Samar
Ganja Dibasmi, Kemiskinan Dibiarkan? Setelah Dibakar, Lalu Mau Diapain?  
Bencana Hidrometeorologi Aceh-Pengingat Bagi Kamu Aku dan Dia
Bencana Hidro! Alam Berdzikir dan Amanah Diuji
Cermin Retak Perbaikan Jalan Blangkejeren-Kutacane, Negara Diuji di Pegunungan Gayo Lues
Sodara Dari Abdya, Ia Ada Bersama Kita

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 22:51 WIB

Jalan Blangkejeren-Kutacane Kembali Longsor, Pengguna Jalan Diminta Waspada

Selasa, 16 Juni 2026 - 10:42 WIB

42 Santri Al Bunayya Ikuti Haflah Takrim, Karmilawati Tuntaskan Hafalan 30 Juz

Selasa, 16 Juni 2026 - 09:24 WIB

Peringati Tahun Baru Islam, Santri Bunayya Tampilkan Tari Saman Cilik dan Raih Penghargaan Prestasi

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:55 WIB

Petani Resah, Harimau Dilaporkan Berkeliaran di Pegunungan Blang Pegayon

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:29 WIB

Ridwansyah SP, Budaya “Panglo” Kearifan Lokal Menekan Biaya Tanam Kopi

Senin, 25 Mei 2026 - 12:13 WIB

Bantuan Bibit Kopi Pemerintah Picu Kebingungan Petani soal Aturan Hutan Lindung

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:01 WIB

Harimau Sumatera Serang Warga di Gayo Lues

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:11 WIB

Kunjungi Gayo Lues, Kapolda Aceh Minta Polisi Perkuat Pelayanan ke Masyarakat

Berita Terbaru

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan