Tan Malaka | Madilog | dan Cermin Gayo Lues Hari Ini

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Sabtu, 6 September 2025 - 17:07 WIB

50527 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di sebuah masa yang penuh gejolak, Tan Malaka menulis Madilog sebagai lentera bagi bangsa yang masih mencari jalannya. Ia mengajak rakyat untuk berani berpikir dengan nalar, menimbang dengan ilmu, dan tidak tunduk pada mitos semata. Pesan itu, meski lahir dari ruang dan waktu berbeda, masih bergaung hingga ke pelosok negeri.

Gayo Lues hari ini, misalnya, tengah berhadapan dengan dilema besar, menjaga kopi dan hutan sebagai warisan kehidupan, atau tergoda janji singkat dari korporasi yang menekan. Dalam situasi seperti ini, ajakan Tan Malaka untuk kembali pada cara berpikir rasional, kritis, dan berpihak pada kepentingan rakyat menjadi semakin relevan

TAJUK RENCANA | insetgalusnews.com | Lebih dari tujuh dekade lalu, Tan Malaka menulis Madilog sebuah seruan agar bangsa berani berpikir rasional, tidak sekadar larut dalam tradisi tanpa nalar. Madilog bukan sekadar buku filsafat, melainkan obor yang menantang bangsa untuk berpijak pada logika, ilmu, dan pengalaman hidup.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bila pandangan itu kita arahkan ke Gayo Lues hari ini, cerminnya masih terasa jernih, kopi rakyat butuh perlindungan, isu tambang terus menghantui, dan nasib petani di Kawasan Ekosistem Leuser belum juga menemukan kepastian.

Tan Malaka, pemikirannya mengingatkan kita bahwa kemerdekaan sejati bukan hanya bebas dari kolonialisme politik, melainkan juga merdeka dalam ekonomi. Pesan ini menohok realitas kita. Sebagian keluarga di Gayo Lues masih bergulat dengan harga kebutuhan pokok yang tinggi, keterbatasan akses pasar, serta ancaman eksploitasi atas sumber daya alam yang belum tentu berbalas kesejahteraan.

Lebih jauh, Tan Malaka menegaskan arti kedaulatan. Pertanyaannya kini? apakah masyarakat Gayo Lues sudah benar-benar berdaulat atas hutan Leuser, atas kopi yang mereka tanam, dan atas sumber air yang menjadi nadi kehidupan? Pertanyaan ini bukan untuk menunjuk siapa yang salah, melainkan untuk mengajak refleksi apakah arah pembangunan benar-benar sejalan dengan kepentingan rakyat banyak, atau hanya berhenti pada retorika.

Tanggung jawab pemerintah, Legislatif, dan tokoh masyarakat adalah memastikan pembangunan tidak berhenti pada seremoni dan slogan, melainkan menghadirkan manfaat nyata bagi warga. Hanya dengan begitu cita-cita kemerdekaan yang pernah diperjuangkan para pendiri bangsa, termasuk Tan Malaka melalui Madilog, dapat diwujudkan secara berkelanjutan di Gayo Lues.

Tan Malaka dalam Madilog (Materialisme, Dialektika, Logika) mengemukakan cara berpikir yang kritis dan inovatif. Ia menekankan pentingnya pemikiran ilmiah dan logika dialektika sebagai alat utama memahami kenyataan sosial dan dunia. Pandangan inilah yang patut dijadikan bekal generasi kita untuk menata masa depan dengan keberanian dan kesadaran penuh.

Hanya dengan keberanian berpikir jernih dan berpihak pada rakyat, semangat Madilog bisa benar-benar hidup di negeri ini.


Catatan Redaksi: Tajuk rencana ini ditulis untuk memberi pemahaman dengan merujuk pada semangat dan pemikiran Tan Malaka. Pandangan ini bersifat reflektif, tidak ditujukan untuk menyerang pihak tertentu, dan disusun sesuai Kode Etik Jurnalistik.

Berita Terkait

Jembatan Darurat Pintu Rime-Pining. Menutup Kekosongan Kebijakan Pasca Bencana. Siapa Yang Berperan?
Kriminal Ramai, Akhlak Sepi
Huntara dan Tanggung Jawab Pelaksana yang Tak Boleh Samar
Ganja Dibasmi, Kemiskinan Dibiarkan? Setelah Dibakar, Lalu Mau Diapain?  
Bencana Hidrometeorologi Aceh-Pengingat Bagi Kamu Aku dan Dia
Bencana Hidro! Alam Berdzikir dan Amanah Diuji
Cermin Retak Perbaikan Jalan Blangkejeren-Kutacane, Negara Diuji di Pegunungan Gayo Lues
Sodara Dari Abdya, Ia Ada Bersama Kita

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 09:36 WIB

Bupati-Wabup Tegaskan Disiplin ASN, Plt Sekda; Kepala SKPK Wajib Awasi dan Evaluasi

Kamis, 26 Maret 2026 - 18:42 WIB

Ketua HWK Apresiasi Kinerja Polres Galus, Soroti Pentingnya Perlindungan Perempuan

Senin, 23 Maret 2026 - 18:04 WIB

Polres Gayo Lues Targetkan Ungkap Kasus Pembunuhan 2×24 Jam

Selasa, 17 Maret 2026 - 19:43 WIB

Pererat Silaturahmi Pengurus, DPD II Partai Golkar Gayo Lues Gelar Buka Puasa Bersama

Rabu, 25 Februari 2026 - 12:46 WIB

Warga Temukan Jasad Membusuk di Sangir, Polisi Lakukan Penyelidikan

Selasa, 24 Februari 2026 - 15:14 WIB

Vendor Sebut Pembangunan Huntara di Pungke Jaya Di Hentikan Tanpa Penjelasan

Senin, 23 Februari 2026 - 20:01 WIB

Mantan Calon Bupati Terlibat, Polres Galus Bongkar Jaringan Ganja Yang Dikendalikan Dari LP

Minggu, 15 Februari 2026 - 21:01 WIB

Progres Pembangunan Huntara Capai 50 Persen, Sejumlah Lokasi Ditarget Rampung Sebelum Ramadhan

Berita Terbaru

Jakaria SHut Praktisi Petani Kopi yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Perumahan & Permukiman Kabupaten Gayo Lues

GAYO LUES

Jakaria S Hut; Tanaman Kopi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Warga

Kamis, 23 Apr 2026 - 21:22 WIB

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan