Jangan Khianati Program Prabowo

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Senin, 15 September 2025 - 21:06 WIB

50713 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Program Makanan Bergizi Gratis yang sejatinya dirancang sebagai ikhtiar mulia Presiden Prabowo Subianto demi masa depan anak bangsa, justru ternoda di Gayo Lues. Dugaan penyaluran nasi basi di SDN 6 Blangkejeren, Jumat 12 September 2025, menjadi alarm keras bahwa pengawasan di daerah masih rapuh, bahkan berpotensi mengkhianati amanah program nasional yang menyangkut keselamatan generasi penerus.

Tajuk Rencana | insetgalusnews.com | Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto sejatinya adalah sebuah ikhtiar mulia; memastikan anak-anak Indonesia, khususnya dari kalangan ekonomi bawah, memperoleh gizi yang layak demi masa depan bangsa. Namun, di Gayo Lues, pelaksanaan program ini justru menuai sorotan serius setelah mencuat kasus dugaan penyaluran nasi basi di SDN 6 Blangkejeren, Jumat 12 September 2025 lalu.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan kondisi nasi yang diduga basi, berlendir, dan beraroma tidak sedap. Kepala sekolah pun mengambil langkah cepat dengan menolak membagikan makanan tersebut demi melindungi kesehatan siswanya. Keputusan tegas ini patut diapresiasi. Tetapi, peristiwa ini juga menimbulkan pertanyaan mendasar, di mana letak pengawasan pemerintah daerah, dan siapa sebenarnya yang bertanggung jawab sebagai pengelola program MBG di Gayo Lues?

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Plt Kadisdik Gayo Lues memang sudah mengingatkan sekolah untuk memeriksa makanan sebelum dibagikan. Namun, pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa sistem pengawasan yang seharusnya berjalan sejak dapur penyedia hingga distribusi, ternyata lemah. Bahkan, DPRK dalam paripurna 9 September lalu sudah lebih dulu menyoroti persoalan MBG ini, menandakan keluhan masyarakat bukanlah hal baru.

Pemerhati sosial, Jack Gayo, mengingatkan bahwa kasus ini tidak bisa dipandang sepele. Bila ada unsur kelalaian atau bahkan kesengajaan, jalur hukum terbuka lebar. UU Pangan dan UU Perlindungan Konsumen jelas melarang peredaran makanan tidak layak konsumsi. Lebih jauh lagi, ini menyangkut keselamatan anak-anak kita, generasi emas generasi penerus bangsa.

Anggota DPRK, H Ibnu Hasim, juga meminta Bupati Gayo Lues menegur sekaligus memperketat pengawasan kepada pengelola MBG. Karena jika ada oknum yang hanya mengejar keuntungan tanpa memperhatikan mutu kesehatan, itu bukan hanya kecerobohan, melainkan sebuah bentuk pengkhianatan terhadap program nasional.

Oleh karena itu, tajuk ini menegaskan tiga hal;

1. Pemerintah daerah tidak boleh berlepas tangan. Jalur koordinasi pengelolaan MBG harus transparan dan diketahui publik, termasuk siapa penyedia katering yang bertanggung jawab.

2. Pengawasan harus diperketat. Mulai dari standar penyediaan dapur, distribusi, hingga evaluasi rutin agar kejadian serupa tidak terulang.

3. Sanksi tegas diperlukan. Jika terbukti ada unsur kesengajaan atau kelalaian fatal, kontrak pengelola harus diputus, bahkan jalur hukum bisa ditempuh.

Program nasional ini jangan sampai ternodai oleh kelalaian di tingkat pelaksana. MBG adalah amanah untuk menyehatkan anak-anak, bukan untuk dijadikan ladang bisnis tanpa nurani.

Insetgalusnews mengajak semua pihak, dari pemerintah daerah, DPRK, hingga masyarakat, untuk bersama-sama mengawal program ini. Jangan biarkan niat baik Presiden untuk menyehatkan bangsa dikhianati oleh ulah segelintir orang.


Redaksi | Insetgalusnews | Tajuk ini bukan bumbu dapur, apalagi nasi basi. Ia adalah pandangan resmi redaksi insetgalusnews.com, ditulis dengan niat baik untuk mengingatkan bahwa program nasional Makanan Bergizi Gratis (MBG) jangan sampai berubah jadi “Makanan Bikin Gusar”.

Segala kutipan, kritik, dan sindiran di sini dimaksudkan untuk membangun pengawasan publik, bukan untuk menjatuhkan pihak tertentu. Kalau ada yang merasa tersindir, berarti masih punya nurani. Kalau ada yang merasa tersudut, mungkin memang sedang duduk di kursi yang salah.

Redaksi tetap terbuka terhadap hak jawab dan klarifikasi dari pihak mana pun. Jadi, daripada diam atau marah-marah di warung kopi, lebih baik kirim keterangan resmi agar publik tidak terus digelayuti kabar basi.

Berita Terkait

Jembatan Darurat Pintu Rime-Pining. Menutup Kekosongan Kebijakan Pasca Bencana. Siapa Yang Berperan?
Kriminal Ramai, Akhlak Sepi
Huntara dan Tanggung Jawab Pelaksana yang Tak Boleh Samar
Ganja Dibasmi, Kemiskinan Dibiarkan? Setelah Dibakar, Lalu Mau Diapain?  
Bencana Hidrometeorologi Aceh-Pengingat Bagi Kamu Aku dan Dia
Bencana Hidro! Alam Berdzikir dan Amanah Diuji
Cermin Retak Perbaikan Jalan Blangkejeren-Kutacane, Negara Diuji di Pegunungan Gayo Lues
Sodara Dari Abdya, Ia Ada Bersama Kita

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 09:36 WIB

Bupati-Wabup Tegaskan Disiplin ASN, Plt Sekda; Kepala SKPK Wajib Awasi dan Evaluasi

Kamis, 26 Maret 2026 - 18:42 WIB

Ketua HWK Apresiasi Kinerja Polres Galus, Soroti Pentingnya Perlindungan Perempuan

Senin, 23 Maret 2026 - 18:04 WIB

Polres Gayo Lues Targetkan Ungkap Kasus Pembunuhan 2×24 Jam

Selasa, 17 Maret 2026 - 19:43 WIB

Pererat Silaturahmi Pengurus, DPD II Partai Golkar Gayo Lues Gelar Buka Puasa Bersama

Rabu, 25 Februari 2026 - 12:46 WIB

Warga Temukan Jasad Membusuk di Sangir, Polisi Lakukan Penyelidikan

Selasa, 24 Februari 2026 - 15:14 WIB

Vendor Sebut Pembangunan Huntara di Pungke Jaya Di Hentikan Tanpa Penjelasan

Senin, 23 Februari 2026 - 20:01 WIB

Mantan Calon Bupati Terlibat, Polres Galus Bongkar Jaringan Ganja Yang Dikendalikan Dari LP

Minggu, 15 Februari 2026 - 21:01 WIB

Progres Pembangunan Huntara Capai 50 Persen, Sejumlah Lokasi Ditarget Rampung Sebelum Ramadhan

Berita Terbaru

Jakaria SHut Praktisi Petani Kopi yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Perumahan & Permukiman Kabupaten Gayo Lues

GAYO LUES

Jakaria S Hut; Tanaman Kopi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Warga

Kamis, 23 Apr 2026 - 21:22 WIB

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan