Gudang Penuh, Meja Kosong, “Ironi Lonjakan Harga Beras Di Gayo Lues”

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Rabu, 9 Juli 2025 - 20:48 WIB

50995 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

gambar ilustrasi pemanis | doc | inset |

gambar ilustrasi pemanis | doc | inset |

“Di lembah hijau yang mestinya makmur, tanah menua menumbuh padi,  tapi kini dapur tak lagi berasap, karena harga beras melesat tinggi. Lumbung penuh tapi terkunci, gudang berisi tapi tak terbagi.  Petani menunduk, ibu menjerit, semua diam dalam sunyi. Bangkitlah, wahai pengurus negeri, jangan biarkan piring kosong jadi rutinitas pagi.  Karena ketidakpedulian hari ini, adalah krisis untuk generasi nanti”

TAJUK RENCANA | insetgalusnews.com | Dalam dua bulan terakhir, lonjakan harga beras di Kabupaten Gayo Lues mengundang keprihatinan mendalam. Di tengah inflasi nasional yang relatif terkendali, harga beras di daerah ini justru melambung drastis. Kenaikan ini tidak hanya membebani ibu rumah tangga, tetapi juga mengancam kelangsungan pelaku usaha kecil dan stabilitas ekonomi lokal secara keseluruhan.

Berdasarkan pantauan di sejumlah pasar, harga beras kemasan 15 kilogram kini menyentuh angka Rp250.000, naik sekitar 15 persen dari bulan sebelumnya. Beras lokal pun turut terdampak, dengan rata-rata harga per bambu mencapai Rp28.000.  Ini adalah angka yang tidak bersahabat, terutama bagi masyarakat dengan pendapatan pas-pasan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kenaikan harga bahan pokok seperti beras adalah pukulan telak bagi daya beli masyarakat. Pengeluaran rumah tangga melonjak, sementara motor penggerak ekonomi lokal. Yakni konsumsi masyarakat. Tertekan. Analis ekonomi setempat mengingatkan bahwa jika kondisi ini berlanjut, pasar tradisional akan melemah, dan sektor UMKM bisa terpuruk.

Namun, persoalan ini bukan terjadi secara tiba-tiba. Krisis harga beras di Gayo Lues merupakan akumulasi dari minimnya cadangan lokal, distribusi antar wilayah yang tak terkelola, lemahnya langkah antisipatif, dan buruknya koordinasi lintas sektor.

Ironisnya, di tengah kelangkaan dan lonjakan harga ini, Perum Bulog sejatinya memiliki stok beras yang cukup. Namun, stok itu tak bisa disalurkan tanpa mandat resmi atau penugasan dari pemerintah.

Fenomena ini menunjukkan ada celah birokrasi yang menghambat respons cepat terhadap krisis. Apa arti gudang penuh jika pemerintah daerah tidak segera memanfaatkan saat masyarakat menjerit?

Pertanyaannya kini bukan lagi sekadar soal pasokan, tapi soal kepemimpinan. Mengapa Pemda tidak secepatnya berkoordinasi dengan Bulog dalam kerangka penanganan darurat? Apakah ini mencerminkan lambatnya tanggapan atau lemahnya sistem manajerial yang ada?

Pernyataan Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan bahwa penyebab utama adalah berkurangnya pasokan dari luar daerah memang bisa dipahami. Namun itu belum menyentuh akar masalah. Pengurangan produksi, serbuan tengkulak, hingga gagal panen seharusnya diantisipasi dengan kebijakan lintas sektor. Namun persoalan ini tidak bisa dibebankan pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan saja. Karena ada instansi lain yang seharusnya ikut berperan.

Operasi pasar yang telah dilakukan patut diapresiasi, tetapi bukan solusi jangka panjang. Yang dibutuhkan adalah strategi terpadu dari penguatan produksi lokal, perlindungan terhadap petani, pengawasan distribusi gabah, hingga pemutakhiran data pasokan dan kebutuhan di tingkat desa dan kecamatan.

Realitas hari ini memperlihatkan betapa lemahnya sistem deteksi dini dan buruknya koordinasi antar instansi. Bulog menunggu perintah, Pemda menunggu keputusan, sementara rakyat menunggu kejelasan.

Saatnya Pemerintah Kabupaten Gayo Lues menunjukkan inisiatif, tidak hanya menunggu instruksi pusat. Pemerintah daerah harus berani menetapkan status darurat pangan jika diperlukan, serta aktif menjalin kerja sama antar instansi terkait, hingga instansi vertikal. Tujuannya demi percepatan penanganan.

Ke depan, ketahanan pangan daerah tidak boleh lagi bersifat reaktif. Perlu perencanaan matang dan cadangan strategis yang siap digunakan sewaktu-waktu. Karena dalam urusan pangan, keterlambatan bukan hanya kesalahan administratif, tetapi ancaman serius bagi kesejahteraan rakyat.

Kenaikan harga boleh saja terjadi, tapi jangan sampai harapan rakyat ikut runtuh. Pemerintah wajib hadir lebih cepat dari krisis. Bukan sebagai komentator, tapi sebagai penggerak solusi.


Kami, dari Insetgalusnews, akan terus mengulik, menyuarakan, dan berdiri di sisi rakyat. Karena suara mereka adalah suara yang tak boleh dibungkam.


Tajuk Rencana | insetgalusnews.com | memberikan pandangan kritis berdasarkan isu yang sedang mencuat di Kabupaten Gayo Lues. Untuk dibaca masyarakat Indonesia sebagai kontrol sosial dan menumbuhkan kesadaran kolektif.

Berita Terkait

ANEKDOT Tiga Sekawan Dan Mukjizat Tanaman Kopi
Dia Tu Lagi Lucu Lucunya…. Jaman Dulu; Kerja-Baru Prestasi-Jaman Digital; Penghargaan Dulu-Kerja Nanti
Negeri dalam Mode “Siap, Pak!” Kalau Semua Bilang “Siap”, Siapa yang Bilang Salah?
Kopi Sudah Mau Go International, GERETEK Masih Cari Sinyal
Jembatan Darurat Pintu Rime-Pining. Menutup Kekosongan Kebijakan Pasca Bencana. Siapa Yang Berperan?
Kriminal Ramai, Akhlak Sepi
Huntara dan Tanggung Jawab Pelaksana yang Tak Boleh Samar
Ganja Dibasmi, Kemiskinan Dibiarkan? Setelah Dibakar, Lalu Mau Diapain?  

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 11:39 WIB

Hujan Deras Picu Air Meluap, Kendaraan Roda Enam Terguling di Aih Bobo

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:49 WIB

Kebakaran Hanguskan 11 Rumah di Kampung Lokop Baru Gayo Lues

Senin, 24 Agustus 2026 - 23:50 WIB

Dari Gayo Lues ke Jakarta, Bupati Suhaidi Perjuangkan 7 Jembatan dan Jalan Lesten

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:45 WIB

Tegang di Dukuh Atas, 1.814 Mahasiswa Suarakan Delapan Tuntutan kepada Pemerintah

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:36 WIB

Muhammadiyah Gayo Lues Galang Dana untuk Korban Kebakaran di Jagong Jeget

Minggu, 26 Juli 2026 - 21:16 WIB

Satu Tewas dalam Bentrokan Antar Kelompok di Menteng, Delapan Orang Diamankan Polisi

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:52 WIB

Jelang Kongres II PNA, Irwandi Yusuf Nyatakan Siap Pimpin Kembali Partai

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:05 WIB

Di Balik Konten yang Menuai Kecaman, Ada Penyesalan; Dea Arranoya Memilih Meminta Maaf ke Publik

Berita Terbaru

Pimpinan Cabang Bank Aceh Syariah Gayo Lues, Mahara Miko serahkan bantuan kepada korban kebakaran Desa Ulun Tanoh yang diterima langsung oleh Pengulu setempat, Suhardinsyah, Kamis (10/9/2026)

GAYO LUES

Bank Aceh Syariah Hadir, Bantu Korban Kebakaran Desa Ulun Tanoh

Kamis, 10 Sep 2026 - 17:31 WIB

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan