JAKARTA | insetgalusnews.com | Presiden Republik Indonesia menegaskan komitmen pemerintahannya untuk terus memberantas korupsi. Dalam pidato Sidang Tahunan MPR, DPR, dan DPD, Jumat (15/8/2025), ia mengungkapkan pemerintah berhasil menyelamatkan potensi kebocoran anggaran negara sebesar Rp300 triliun, terutama pada pos perjalanan dinas dan belanja alat tulis kantor.
“Korupsi adalah ancaman serius yang menghambat cita-cita kemerdekaan dan kemajuan bangsa. Tanpa pengawasan dan transparansi, kekuasaan mudah disalahgunakan,” kata Presiden dalam pidatonya di Gedung DPR/MPR, Jakarta.
Presiden menegaskan, praktik korupsi sudah mengakar hingga ke berbagai tingkatan birokrasi, termasuk BUMN dan BUMD. Karena itu, pemerintah akan memperkuat tata kelola pemerintahan dengan pengawasan ketat dan keterbukaan publik.
Selain isu korupsi, Presiden juga menyoroti perjalanan panjang Indonesia sejak kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Ia menyampaikan penghargaan kepada para presiden terdahulu yang dinilai berjasa menjaga stabilitas politik, membangun ekonomi, dan menghadapi krisis global.
Transisi kepemimpinan yang damai disebut sebagai bukti kematangan demokrasi Indonesia. Presiden menilai demokrasi di Indonesia memiliki kekhasan karena berakar pada nilai budaya lokal seperti gotong royong, kekeluargaan, dan persatuan, berbeda dengan negara lain yang kerap dilanda konflik politik.
Dalam pidatonya, Presiden turut menegaskan pentingnya kedaulatan pangan dan kemandirian ekonomi. Menurutnya, kemerdekaan sejati bukan hanya terbebas dari penjajahan, melainkan juga dari kemiskinan, kelaparan, dan ketergantungan terhadap pihak luar.
Pidato tersebut menjadi penegasan arah kebijakan pemerintahan ke depan, yakni memperkuat pengawasan, mempercepat pemberantasan korupsi, serta membangun kemandirian ekonomi demi mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia yang adil dan sejahtera.
Redaksi | insetgalusnews


































