Presiden Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi, Klaim Selamatkan Rp300 Triliun Anggaran Negara

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 20:13 WIB

50769 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam sidang Tahunan MPR, DPR, DPD, Jumat (15/8) |doc|cut|google|

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam sidang Tahunan MPR, DPR, DPD, Jumat (15/8) |doc|cut|google|

JAKARTA | insetgalusnews.com | Presiden Republik Indonesia menegaskan komitmen pemerintahannya untuk terus memberantas korupsi. Dalam pidato Sidang Tahunan MPR, DPR, dan DPD, Jumat (15/8/2025), ia mengungkapkan pemerintah berhasil menyelamatkan potensi kebocoran anggaran negara sebesar Rp300 triliun, terutama pada pos perjalanan dinas dan belanja alat tulis kantor.

“Korupsi adalah ancaman serius yang menghambat cita-cita kemerdekaan dan kemajuan bangsa. Tanpa pengawasan dan transparansi, kekuasaan mudah disalahgunakan,” kata Presiden dalam pidatonya di Gedung DPR/MPR, Jakarta.

Presiden menegaskan, praktik korupsi sudah mengakar hingga ke berbagai tingkatan birokrasi, termasuk BUMN dan BUMD. Karena itu, pemerintah akan memperkuat tata kelola pemerintahan dengan pengawasan ketat dan keterbukaan publik.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain isu korupsi, Presiden juga menyoroti perjalanan panjang Indonesia sejak kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Ia menyampaikan penghargaan kepada para presiden terdahulu yang dinilai berjasa menjaga stabilitas politik, membangun ekonomi, dan menghadapi krisis global.

Transisi kepemimpinan yang damai disebut sebagai bukti kematangan demokrasi Indonesia. Presiden menilai demokrasi di Indonesia memiliki kekhasan karena berakar pada nilai budaya lokal seperti gotong royong, kekeluargaan, dan persatuan, berbeda dengan negara lain yang kerap dilanda konflik politik.

Dalam pidatonya, Presiden turut menegaskan pentingnya kedaulatan pangan dan kemandirian ekonomi. Menurutnya, kemerdekaan sejati bukan hanya terbebas dari penjajahan, melainkan juga dari kemiskinan, kelaparan, dan ketergantungan terhadap pihak luar.

Pidato tersebut menjadi penegasan arah kebijakan pemerintahan ke depan, yakni memperkuat pengawasan, mempercepat pemberantasan korupsi, serta membangun kemandirian ekonomi demi mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia yang adil dan sejahtera.

Redaksi | insetgalusnews

Berita Terkait

Kejagung Tetapkan Ketua Yayasan IFSR sebagai Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Program MBG
Investor China Keluhkan Regulasi dan Birokrasi, Apindo Desak Pemerintah Benahi Kepastian Usaha
Ketua DPRK Gayo Lues Raih Penghargaan Internasional di Bali
Empat Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
Presiden Prabowo Terima Delegasi Pakistan, Perkuat Kemitraan Strategis
Skandal Importasi di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang
Presiden Tegaskan Dukungan Palestina, Bahas Pengiriman Pasukan Perdamaian dengan Ormas Islam
Gencatan Senjata Dilanggar, Indonesia Kecam Serangan Israel ke Gaza

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 22:51 WIB

Jalan Blangkejeren-Kutacane Kembali Longsor, Pengguna Jalan Diminta Waspada

Selasa, 16 Juni 2026 - 10:42 WIB

42 Santri Al Bunayya Ikuti Haflah Takrim, Karmilawati Tuntaskan Hafalan 30 Juz

Selasa, 16 Juni 2026 - 09:24 WIB

Peringati Tahun Baru Islam, Santri Bunayya Tampilkan Tari Saman Cilik dan Raih Penghargaan Prestasi

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:55 WIB

Petani Resah, Harimau Dilaporkan Berkeliaran di Pegunungan Blang Pegayon

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:29 WIB

Ridwansyah SP, Budaya “Panglo” Kearifan Lokal Menekan Biaya Tanam Kopi

Senin, 25 Mei 2026 - 12:13 WIB

Bantuan Bibit Kopi Pemerintah Picu Kebingungan Petani soal Aturan Hutan Lindung

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:01 WIB

Harimau Sumatera Serang Warga di Gayo Lues

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:11 WIB

Kunjungi Gayo Lues, Kapolda Aceh Minta Polisi Perkuat Pelayanan ke Masyarakat

Berita Terbaru

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan