Semangat Tan Malaka Di Hari Kemerdekaan Gayo Lues “Kaya Alam Tapi Tak Berdaya”

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Senin, 18 Agustus 2025 - 14:35 WIB

501,429 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Merdeka di sini ibarat pesta, lampu gemerlap, isi dapur entah di mana. Rakyat menunggu dari bangku penonton, tanah sendiri jadi panggung tontonan.

Di Pantan Cuaca emas berkilau, tapi rakyat hanya dapat debu yang singgah di galau. Kata “investasi” terdengar megah, namun ladang warga makin pasrah.

Bendera berkibar setinggi pinus, perut rakyat tetap meringkus. Pabrik berdiri, asapnya tebal, isi dompet tetaplah tinggal.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tan Malaka dulu berteriak lantang, Merdeka seratus persen bukan separuh jalan! Tapi di Gayo Lues terasa getir, kemerdekaan baru sebatas spanduk dan karnaval kecil

TAJUK RENCANA | insetgalusnews.com | Peringatan Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia menjadi momentum refleksi bagi seluruh daerah, termasuk Kabupaten Gayo Lues.

Pertanyaan yang patut diajukan bagaimana memaknai kemerdekaan di tengah realitas kemiskinan yang masih membelenggu masyarakat, sementara potensi alam daerah ini sangat menjanjikan?

Fakta di lapangan menunjukkan, pengelolaan getah pinus melalui pabrik yang beroperasi di Gayo Lues belum memberi manfaat signifikan bagi pendapatan daerah. Demikian pula rencana eksplorasi tambang emas di Pantan Cuaca, yang hingga kini lebih banyak menempatkan daerah sebagai penonton.

Situasi serupa juga dialami warga Kecamatan Putri Betung. Masuknya wilayah itu dalam kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) membawa konsekuensi hukum bagi aktivitas pertanian warga.

Aturan konservasi membuat akses mereka terbatas, sementara alternatif solusi yang berkeadilan belum sepenuhnya tersedia. Kondisi ini menimbulkan dilema bagaimana menjaga kelestarian hutan, sekaligus menjamin kelangsungan hidup masyarakat setempat.

Dalam konteks inilah relevansi pemikiran Tan Malaka layak diingat. Tokoh pergerakan nasional itu menekankan bahwa kemerdekaan sejati bukan hanya terbebas dari penjajahan politik, tetapi juga berarti merdeka secara ekonomi dan sosial. Prinsip “merdeka 100%” yang digaungkannya mengandung pesan rakyat harus benar-benar merasakan manfaat dari sumber daya yang mereka miliki.

Oleh sebab itu, penting bagi pemerintah daerah dan pusat untuk mencari jalan tengah yang adil. Regulasi pengelolaan sumber daya alam sebaiknya memberi ruang bagi masyarakat agar tidak hanya menjadi penonton, sekaligus tetap menjamin kelestarian lingkungan.

Dengan demikian, kemerdekaan tidak berhenti pada simbol seremonial, melainkan hadir dalam wujud kesejahteraan yang dirasakan oleh rakyat.

Memaknai kemerdekaan di Gayo Lues berarti memastikan hak dasar masyarakat terpenuhi, memberi kesempatan bagi mereka untuk berkembang, dan menempatkan mereka sebagai subjek pembangunan. Itulah semangat yang sejalan dengan cita-cita Tan Malaka kemerdekaan yang nyata, bukan sekadar kata-kata.


Catatan Redaksi | Tulisan ini hanya tajuk, bukan kitab suci. Isinya kritik, bukan caci-maki. Jika ada yang tersindir, percayalah, itu hanya efek samping dari kaca yang sedang diarahkan.

Redaksi insetgalusnews.com tetap berpegang pada Kode Etik Jurnalistik, jadi jangan buru-buru marah apalagi baper.

Karena tajuk ini lahir dari semangat bicara jujur demi rakyat, bukan demi pejabat.

Berita Terkait

Jembatan Darurat Pintu Rime-Pining. Menutup Kekosongan Kebijakan Pasca Bencana. Siapa Yang Berperan?
Kriminal Ramai, Akhlak Sepi
Huntara dan Tanggung Jawab Pelaksana yang Tak Boleh Samar
Ganja Dibasmi, Kemiskinan Dibiarkan? Setelah Dibakar, Lalu Mau Diapain?  
Bencana Hidrometeorologi Aceh-Pengingat Bagi Kamu Aku dan Dia
Bencana Hidro! Alam Berdzikir dan Amanah Diuji
Cermin Retak Perbaikan Jalan Blangkejeren-Kutacane, Negara Diuji di Pegunungan Gayo Lues
Sodara Dari Abdya, Ia Ada Bersama Kita

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 09:36 WIB

Bupati-Wabup Tegaskan Disiplin ASN, Plt Sekda; Kepala SKPK Wajib Awasi dan Evaluasi

Kamis, 26 Maret 2026 - 18:42 WIB

Ketua HWK Apresiasi Kinerja Polres Galus, Soroti Pentingnya Perlindungan Perempuan

Senin, 23 Maret 2026 - 18:04 WIB

Polres Gayo Lues Targetkan Ungkap Kasus Pembunuhan 2×24 Jam

Selasa, 17 Maret 2026 - 19:43 WIB

Pererat Silaturahmi Pengurus, DPD II Partai Golkar Gayo Lues Gelar Buka Puasa Bersama

Rabu, 25 Februari 2026 - 12:46 WIB

Warga Temukan Jasad Membusuk di Sangir, Polisi Lakukan Penyelidikan

Selasa, 24 Februari 2026 - 15:14 WIB

Vendor Sebut Pembangunan Huntara di Pungke Jaya Di Hentikan Tanpa Penjelasan

Senin, 23 Februari 2026 - 20:01 WIB

Mantan Calon Bupati Terlibat, Polres Galus Bongkar Jaringan Ganja Yang Dikendalikan Dari LP

Minggu, 15 Februari 2026 - 21:01 WIB

Progres Pembangunan Huntara Capai 50 Persen, Sejumlah Lokasi Ditarget Rampung Sebelum Ramadhan

Berita Terbaru

Jakaria SHut Praktisi Petani Kopi yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Perumahan & Permukiman Kabupaten Gayo Lues

GAYO LUES

Jakaria S Hut; Tanaman Kopi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Warga

Kamis, 23 Apr 2026 - 21:22 WIB

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan