DEN HAAG | insetgalusnews | Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Selasa (24/6) kembali meragukan komitmen negaranya untuk membela sekutu-sekutu NATO. Trump menyebut terdapat “berbagai definisi” terkait pakta pertahanan bersama aliansi tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Trump kepada wartawan di pesawat Air Force One dalam perjalanan menuju KTT NATO di Belanda. Pertemuan dua hari itu bertujuan mengirim pesan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin bahwa NATO tetap bersatu dan bertekad meningkatkan kemampuan pertahanan untuk mencegah serangan dari Moskow, meskipun Trump sering mengkritik aliansi itu sebelumnya.
Ketika ditanya apakah dirinya tetap memegang komitmen pada Pasal 5 NATO yang mengatur prinsip pertahanan bersama, Trump menjawab, “Saya berkomitmen menyelamatkan nyawa. Saya berkomitmen pada kehidupan dan keselamatan. Saya akan memberikan definisi yang tepat saat tiba di sana.”
Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menepis kekhawatiran soal sikap AS.
“Saya tidak ragu bahwa AS sepenuhnya berkomitmen pada NATO dan Pasal 5,” kata Rutte kepada wartawan di Den Haag.
Trump juga memamerkan pesan pribadi dari Rutte yang memuji “tindakan tegasnya di Iran” serta upayanya mendorong sekutu NATO agar menaikkan anggaran pertahanan.
“Eropa akan membayar dengan cara besar seperti seharusnya, dan itu kemenangan Anda,” tulis Rutte dalam pesan tersebut.
KTT NATO kali ini menargetkan agar belanja pertahanan negara-negara anggota dinaikkan menjadi 5% dari PDB, jauh melampaui target sebelumnya sebesar 2%. Target ini diharapkan dicapai melalui peningkatan belanja militer dan pengakuan belanja keamanan yang lebih luas. Spanyol menjadi sorotan Trump setelah Perdana Menteri Pedro Sanchez menyatakan penolakannya terhadap target baru tersebut.
Trump juga dijadwalkan bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy untuk membahas rencana pembelian senjata, termasuk sistem pertahanan rudal Patriot, serta sanksi tambahan untuk menekan Rusia.
Zelenskiy memperingatkan negara-negara NATO bahwa Rusia berpotensi melancarkan operasi militer di wilayah NATO jika tidak dikalahkan di Ukraina.
“Rusia bahkan merencanakan operasi militer baru di wilayah NATO, artinya negara-negara Anda,” ujar Zelenskiy di sebuah forum industri pertahanan di sela-sela KTT. Peringatan ini disampaikan beberapa jam setelah serangan rudal Rusia menewaskan sedikitnya 17 orang di tenggara Ukraina.
Sementara itu, Kremlin mengecam peningkatan anggaran pertahanan NATO dan menuduh aliansi tersebut memanfaatkan citra Rusia sebagai “monster dari neraka” untuk membenarkan militerisasi besar-besaran.
Redaksi | insetgalusnews | Reuters |


































