“Ia tak menyisakan warisan, Tapi mewariskan kebaikan yang tak pernah padam. Ia berharap dari tanah Ini, akan tumbuh ilmu, Doa, dan amal jariyah abadi”
GAYO LUES | insetgalusnews.com | Di tengah zaman yang semakin serba materialistik. Ketika banyak orang berlomba mengumpulkan harta dan mengejar keuntungan pribadi. Seorang warga Blangkejeren, H Kamaluddin, justru menorehkan jejak kebaikan yang tulus dan langka. Ia mewakafkan sebidang tanah miliknya seluas ±12.300 meter persegi kepada organisasi Muhammadiyah Gayo Lues.
Tanah tersebut terletak di kawasan Blang Tenggulun, tepat di samping bekas pabrik korek api. Dengan sepenuh hati, H Kamaluddin menyerahkan aset berharga itu untuk dikelola demi kepentingan masyarakat luas.
“Saya niatkan ini sebagai amal jariah. Soal penggunaannya, saya serahkan sepenuhnya kepada Muhammadiyah. Apakah untuk perguruan tinggi, panti asuhan, atau lembaga sosial lainnya. Yang penting, dapat memberi manfaat dan kebaikan bagi masyarakat luas.” ujarnya dengan penuh ketulusan kepada insetgalusnews, Kamis (10/7/2025).
Sebagai pensiunan pegawai negeri yang telah mengabdikan diri di dunia birokrasi, Kamaluddin mengaku bahwa keputusannya bukan sekadar langkah pribadi, melainkan lahir dari panggilan nurani. Di masa senjanya, ia ingin mewariskan sesuatu yang lebih dari sekadar kenangan, yakni jejak nyata bagi kemajuan Gayo Lues. Baginya, peningkatan kualitas sumber daya manusia adalah warisan paling berharga yang dapat ia persembahkan untuk generasi mendatang.
“Saya sudah lama mengenal Muhammadiyah. Saya percaya, tanah ini bisa menjadi ladang amal jariyah jika dimanfaatkan dengan benar” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Langkah yang diambil H. Kamaluddin bukan hanya simbol ketulusan, tetapi juga menjadi cahaya harapan di tengah masyarakat. Ia membuktikan bahwa nilai-nilai kemanusiaan, keikhlasan, dan kepedulian sosial masih hidup dan nyata.
Ketika banyak yang sibuk memperkaya diri, H Kamaluddin memilih memperkaya amal. Ketika banyak yang takut kehilangan harta, ia justru ikhlas melepaskannya demi maslahat yang lebih besar.
Semoga teladan mulia ini menjadi inspirasi bagi kita semua. Bahwa memberi tidak harus menunggu kaya. Dan berbuat untuk sesama adalah bentuk keberhasilan yang sejati. Sekecil apa pun kontribusi kita, jika diniatkan dengan ikhlas, akan menjadi cahaya yang tak pernah padam.
Redaksi | insetgalusnews |


































