Wakaf Tulus Seorang Pensiunan “Di Atas Tanah Ini Harapan Tumbuh”

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Kamis, 10 Juli 2025 - 01:51 WIB

501,171 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

H Kamaludin menunjukkan batas batas tanah yang akan diwakafkan | doc | inset |

H Kamaludin menunjukkan batas batas tanah yang akan diwakafkan | doc | inset |

“Ia tak menyisakan warisan, Tapi mewariskan kebaikan yang tak pernah padam. Ia berharap dari tanah Ini, akan tumbuh ilmu, Doa, dan amal jariyah abadi”

GAYO LUES | insetgalusnews.com | Di tengah zaman yang semakin serba materialistik. Ketika banyak orang berlomba mengumpulkan harta dan mengejar keuntungan pribadi. Seorang warga Blangkejeren, H Kamaluddin, justru menorehkan jejak kebaikan yang tulus dan langka. Ia mewakafkan sebidang tanah miliknya seluas ±12.300 meter persegi kepada organisasi Muhammadiyah Gayo Lues.

Tanah tersebut terletak di kawasan Blang Tenggulun, tepat di samping bekas pabrik korek api. Dengan sepenuh hati, H Kamaluddin menyerahkan aset berharga itu untuk dikelola demi kepentingan masyarakat luas.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya niatkan ini sebagai amal jariah. Soal penggunaannya, saya serahkan sepenuhnya kepada Muhammadiyah. Apakah untuk perguruan tinggi, panti asuhan, atau lembaga sosial lainnya. Yang penting, dapat memberi manfaat dan kebaikan bagi masyarakat luas.” ujarnya dengan penuh ketulusan kepada insetgalusnews, Kamis (10/7/2025).

Sebagai pensiunan pegawai negeri yang telah mengabdikan diri di dunia birokrasi, Kamaluddin mengaku bahwa keputusannya bukan sekadar langkah pribadi, melainkan lahir dari panggilan nurani. Di masa senjanya, ia ingin mewariskan sesuatu yang lebih dari sekadar kenangan, yakni jejak nyata bagi kemajuan Gayo Lues. Baginya, peningkatan kualitas sumber daya manusia adalah warisan paling berharga yang dapat ia persembahkan untuk generasi mendatang.

“Saya sudah lama mengenal Muhammadiyah. Saya percaya, tanah ini bisa menjadi ladang amal jariyah jika dimanfaatkan dengan benar” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Langkah yang diambil H. Kamaluddin bukan hanya simbol ketulusan, tetapi juga menjadi cahaya harapan di tengah masyarakat. Ia membuktikan bahwa nilai-nilai kemanusiaan, keikhlasan, dan kepedulian sosial masih hidup dan nyata.

Ketika banyak yang sibuk memperkaya diri, H Kamaluddin memilih memperkaya amal. Ketika banyak yang takut kehilangan harta, ia justru ikhlas melepaskannya demi maslahat yang lebih besar.

Semoga teladan mulia ini menjadi inspirasi bagi kita semua. Bahwa memberi tidak harus menunggu kaya. Dan berbuat untuk sesama adalah bentuk keberhasilan yang sejati. Sekecil apa pun kontribusi kita, jika diniatkan dengan ikhlas, akan menjadi cahaya yang tak pernah padam.

Redaksi | insetgalusnews |

Berita Terkait

EPISODE 4 (TAMAT) SERIAL FEATURE EDWAR CANTO; Pada akhirnya, setiap perjalanan akan bermuara pada satu tujuan “pulang”.
SERIAL FEATURE EDWAR CANTO; Kembali ke Gayo Lues, Mengabdi Tanpa Henti
SERIAL FEATURE “EDWAR CANTO” Di Antara Dentuman Senjata dan Mimpi Menjadi Peneliti
SERIAL FEATURE “EDWAR CANTO” Dari Pedalaman Pining Menuju Pentas Pengabdian Nasional
Meniti Jalan Dakwah dan Pengabdian, Secuil Kisah Ustad Amsyarullah di Negeri Seribu Bukit
Mengenal Lebih Dekat Sosok Inspiratif Doktor Sartika Mayasari
Menapaki Jejak Pengabdian Bung Khairuddin, dari Ruang Kelas hingga Kursi Ketua KIP Gayo Lues
Mudik yang Tertunda, Drama di Balik Terungkapnya Pembunuhan di Hari Fitri 1447H

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 22:51 WIB

Jalan Blangkejeren-Kutacane Kembali Longsor, Pengguna Jalan Diminta Waspada

Selasa, 16 Juni 2026 - 10:42 WIB

42 Santri Al Bunayya Ikuti Haflah Takrim, Karmilawati Tuntaskan Hafalan 30 Juz

Selasa, 16 Juni 2026 - 09:24 WIB

Peringati Tahun Baru Islam, Santri Bunayya Tampilkan Tari Saman Cilik dan Raih Penghargaan Prestasi

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:55 WIB

Petani Resah, Harimau Dilaporkan Berkeliaran di Pegunungan Blang Pegayon

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:29 WIB

Ridwansyah SP, Budaya “Panglo” Kearifan Lokal Menekan Biaya Tanam Kopi

Senin, 25 Mei 2026 - 12:13 WIB

Bantuan Bibit Kopi Pemerintah Picu Kebingungan Petani soal Aturan Hutan Lindung

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:01 WIB

Harimau Sumatera Serang Warga di Gayo Lues

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:11 WIB

Kunjungi Gayo Lues, Kapolda Aceh Minta Polisi Perkuat Pelayanan ke Masyarakat

Berita Terbaru

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan